Abud

Menguak Arti Sebuah Perjalanan

Selalu ada hal berkesan yang bisa dibagikan dari setiap jejak yang kita langkahkan. Tak terkecuali bagi Agung Budiawan yang akrab disapa Abud – seorang urban traveler yang mengabadikan berbagai momen dari sudut-sudut Kota Bandung melalui bidik kamera analog kesayangannya. Ditemani secangkir kopi panas di sudut kafe Oliver Hostelry, Abud mengisahkan petualangannya.

Perbincangan diawali dengan mengupas makna traveling bagi Abud yang sehari-hari berprofesi sebagai entrepreneur kreatif. “Traveling itu sebenernya perjalanan untuk lebih mengetahui siapa diri kita, mencari hal-hal baru dan temen baru.” Abud mengaku bahwa dirinya lebih nyaman untuk travelling seorang diri. Alasannya cukup sederhana, Abud dapat dengan tenang merefleksikan diri dan menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Traveling dan fotografi adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Bagi Abud, fotografi menjadi wadah baginya untuk berbagi cerita dan pemikiran. Yang unik, di tengah dunia modern yang serba digital, Abud lebih memilih untuk menangkap setiap citra petualangan di kota kembang menggunakan kamera analog dengan medium film 135mm. “Analog teh jujur euy, terus what you shoot is what you get gitu, ga ada edit sama sekali. Tapi ya emang ada flek-flek gitu, kadang kurang kontras atau terlalu kontras tapi itu yang bikin seru, natural”, ujarnya. Bidikan fotografi analog Abud pun dapat kita simak melalui akun instagram-nya yang menampilkan karya bertema urban dan natural landscape serta human interest.

Berbicara soal tempat yang paling nyaman di Kota Bandung, Abud mengakui setiap sudut memiliki memori spesial tersendiri. Karena bagi pria kelahiran 1990 ini kenyamanan muncul dari pembawaan diri setiap pribadi. Maka dalam hal memilih pakaian sehari-hari dan untuk traveling, Abud pun menyukai pakaian yang simple dan nyaman. “Untuk traveling seringnya pake celana jeans yang materialnya lentur, karena sekarang udah males pake denim yang berat-berat. Kalau atasan ya paling yang simpel aja seperti sweater atau crewneck polos”, ujarnya.

Itu sebabnya UNIQLO selalu memuiliki tempat istimewa di hati Abud. Sejak tahun 2008 silam sebelum UNIQLO hadir di Indonesia, Abud telah merasa kagum pada inovasi mutakhir yang selalu ditawarkan oleh UNIQLO. Salah satu yang menjadi favoritnya ialah rangkaian produk Heattech dan Ultra Light Down yang pas untuk dikenakan saat camping atau trekking di sekitar Kota Bandung yang bersuhu relatif dingin. “UNIQLO itu punya teknologi inovatif yang benar-benar fungsional. Selain itu semua fitur dan kelebihannya benar-benar dideskripsikan di setiap produk. Sisi mengedukasi konsumen itulah yang membuat UNIQLO menjadi spesial di mata saya”.

Abud sangat gembira dengan hadirnya UNIQLO di Bandung karena dapat memberikan warna baru dalam industri pakaian di kota yang serba lengkap ini. Bagaimana dengan Anda?